Sembilan Warga Pekanbaru Digigit Anjing Liar, Dinkes Beri Vaksin Rabies dan Bentuk Posko Antisipasi

Sembilan warga Tenayan Raya, Pekanbaru, digigit anjing liar dan langsung mendapat vaksin rabies dari Dinkes. Sampel anjing diuji di laboratorium, sementara Pemko siapkan posko rabies, razia anjing liar, serta vaksinasi rutin hewan peliharaan untuk cegah penyebaran virus.

Sembilan Warga Pekanbaru Digigit Anjing Liar, Dinkes Beri Vaksin Rabies dan Bentuk Posko Antisipasi
“Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies ditemukan mati tergeletak di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, usai menyerang warga.”

JAGOK.CO – PEKANBARU – Kasus gigitan anjing liar di Pekanbaru kembali menyita perhatian publik. Sebanyak sembilan warga Kecamatan Tenayan Raya harus menjalani perawatan medis usai menjadi korban gigitan hewan buas tersebut. Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru bergerak cepat memberikan vaksin rabies kepada seluruh korban sebagai langkah pencegahan dini.

Menurut informasi resmi, para korban kini berada dalam kondisi stabil dan menjalani pemantauan intensif selama 21 hari ke depan, sesuai standar penanganan rabies. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga yang terinfeksi virus berbahaya tersebut, mengingat rabies termasuk salah satu penyakit zoonosis yang mematikan apabila tidak segera ditangani.

Dinkes Pekanbaru Pastikan Penanganan Korban Gigitan Anjing Liar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, menegaskan bahwa seluruh korban mendapat suntikan vaksin rabies dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada 28 Agustus 2025.

“Semua korban telah menerima vaksin rabies dan kondisi mereka dipantau secara ketat. Kami jadwalkan kontrol ulang untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi,” ujar Edi, Sabtu (23/8).

Ia menambahkan, hingga kini status positif atau negatif rabies pada para korban belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel anjing yang diduga menjadi sumber penularan.

Sampel Anjing Liar Dikirim ke Laboratorium Riau

Dinkes Pekanbaru telah mengirim sampel kepala anjing ke UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan (LVKH) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Hewan tersebut sebelumnya dilumpuhkan warga karena diduga kuat sebagai pelaku gigitan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Bila anjingnya masih hidup, tentu pemeriksaan fisik lebih mudah. Namun karena sudah mati, satu-satunya cara adalah menguji sampel jaringan dan darah,” jelas Edi.

Selain itu, dua ekor anjing liar lain yang diduga ikut menyerang masih dalam pencarian. Hal ini menambah kewaspadaan masyarakat di sekitar lokasi.

Antisipasi Rabies: Dari Posko Hingga Razia Anjing Liar

Untuk mencegah penyebaran rabies di Pekanbaru, Dinkes tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang. Edi mengungkapkan rencana pembentukan posko rabies di setiap kelurahan, agar respon terhadap kasus serupa bisa lebih cepat.

“Ke depan, kami berharap posko rabies ada di setiap kelurahan. Selain itu, perlu digencarkan razia anjing liar serta program vaksinasi hewan peliharaan, baik anjing maupun kucing,” tegasnya.

Langkah terpadu ini akan melibatkan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta aparat kelurahan. Tujuannya agar masyarakat lebih terlindungi dari potensi serangan hewan liar yang membawa virus rabies.

Masyarakat Diminta Waspada dan Vaksinasi Hewan Peliharaan

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan dan lingkungan sekitar. Vaksinasi rutin anjing dan kucing disebut sebagai langkah preventif paling efektif untuk memutus rantai penyebaran rabies.

“Karena anjing yang diduga rabies sudah dilumpuhkan, kemungkinan korban baru bertambah kecil. Namun, masyarakat tetap harus berhati-hati, terutama yang tinggal di kawasan rawan anjing liar,” tutup Edi.

Dengan kejadian ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap masyarakat tidak abai. Rabies bisa dicegah bila ada kesadaran kolektif, baik melalui vaksinasi hewan, menjaga kebersihan lingkungan, maupun melapor segera bila terjadi kasus gigitan.