Mahasiswa Riau Gerakkan GEMPITA, Bersatu Lawan Stunting Demi Generasi Emas

Gerakan Mahasiswa Peduli Stunting Anak (GEMPITA) Riau resmi digerakkan. TP-PKK Riau dorong mahasiswa kesehatan menjadi garda terdepan dalam edukasi, pendampingan, dan aksi nyata penurunan stunting demi lahirnya generasi emas sehat dan berkualitas di Bumi Lancang Kuning.

Mahasiswa Riau Gerakkan GEMPITA, Bersatu Lawan Stunting Demi Generasi Emas
"Ketua Pokja 4 TP-PKK Provinsi Riau, Elly Hayatinur, saat memimpin rapat koordinasi virtual Gerakan Mahasiswa Peduli Stunting Anak (GEMPITA) Riau, Kamis (4/9/2025). Program ini menekankan peran mahasiswa kesehatan dari berbagai universitas untuk mempercepat penurunan stunting di Bumi Lancang Kuning."

PEKANBARU – JAGOK.CO – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Riau kembali mendapat energi baru melalui gerakan mahasiswa. Dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi program Gerakan Mahasiswa Peduli Stunting Anak (GEMPITA) Riau yang digelar secara virtual, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 4 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Riau, Elly Hayatinur, menyampaikan arah, strategi, serta peran besar generasi muda dalam memerangi persoalan gizi kronis yang masih menghantui Bumi Lancang Kuning.

Elly menegaskan bahwa stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan problem multidimensi yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika tidak diatasi, stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga melemahkan daya pikir, menurunkan produktivitas, hingga mengancam daya saing generasi muda Riau di masa depan.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan SDM yang akan berdampak pada masa depan bangsa,” tegas Elly saat memberikan arahan di Ruang Rapat Kediaman Gubernur Riau, Kamis (4/9/2025).

Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Elly menjelaskan, lahirnya Gerakan Mahasiswa Peduli Stunting tidak lepas dari kebutuhan mendesak mempercepat penurunan angka stunting di Riau. Generasi muda, khususnya mahasiswa kesehatan dari berbagai universitas, dinilai memiliki kedekatan emosional dan pendekatan yang lebih mudah diterima masyarakat, terutama di kalangan remaja dan calon orang tua.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan stunting sekaligus mendorong kontribusi nyata melalui edukasi, pendampingan, serta aksi langsung di lapangan,” ungkapnya.

Menurut Elly, strategi yang diterapkan menekankan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, universitas, mahasiswa, dan masyarakat. Pendekatan ini diperkuat dengan pelatihan peningkatan kapasitas mahasiswa, penyusunan modul edukasi gizi, serta penggerakan aksi nyata di desa dan perkotaan.

“Kita akan menyasar keluarga dengan balita, ibu hamil, dan remaja sebagai calon orang tua. Kelompok ini paling penting untuk diberi perhatian sejak dini agar tidak melahirkan generasi baru yang terdampak stunting,” jelasnya.

Sinergi untuk Melahirkan Generasi Emas Riau

Elly menekankan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam program GEMPITA karena semangat muda mereka mampu mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai motor penggerak perubahan sosial di tingkat akar rumput.

“Kehadiran mahasiswa diharapkan memberi dampak berkelanjutan, terutama dalam membentuk pola hidup sehat dan kesadaran gizi masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.

Ia yakin, bila gerakan ini dijalankan konsisten, GEMPITA Riau akan menjadi langkah konkret melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Elly berharap dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, akademisi, maupun masyarakat, agar manfaat program ini benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi, Riau bertekad menurunkan prevalensi stunting secara signifikan, sekaligus memastikan masa depan anak-anaknya bebas dari ancaman gizi kronis. “Gerakan ini bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul demi kemajuan bangsa,” pungkas Elly.