Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAMR Riau

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAMR di Balairung Tenas Effendi, Pekanbaru, Sabtu 12 Juli 2025.

Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAMR Riau
Ketua Panitia Anugerah Adat Ingatan Budi, Datuk Jonnaidi Dasa, memimpin gladi bersih jelang penganugerahan kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo di Balairung Tenas Effendi, Balai Adat LAMR Riau, Jumat (11/7/2025).

JAGOK.CO – PEKANBARU – Persiapan menjelang helat akbar Anugerah Adat Ingatan Budi yang akan dianugerahkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, pada Sabtu (12/7/2025) mendatang, telah mencapai 90 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia, Datuk Jonnaidi Dasa, saat memimpin gladi bersih di Balairung Tenas Effendi, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat petang (11/7).

“Baik dari sisi kepanitiaan, petugas lapangan, maupun para pengisi acara, seluruhnya telah siap. Insya Allah tinggal pelaksanaan saja,” ujar Datuk Jonnaidi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau.

Menurut Datuk Jonnaidi, prosesi penganugerahan Anugerah Adat Ingatan Budi LAMR ini akan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawah oleh dua tokoh muda, Sabri Fazil, SH dan Tria Noranty, M.Pd. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan pembacaan syair Melayu oleh Puan Siska Armiza, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan budaya lisan Riau.

Selanjutnya, Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, akan menyampaikan elu-eluan adat, dilanjutkan dengan pemaparan alas pikir Anugerah Adat Ingatan Budi oleh Datuk Seri Syaukani Alkarim, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis. Penjelasan ini menjadi landasan filosofis dan kultural atas penghargaan adat yang akan diterima oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Setelah tahapan-tahapan tersebut, barulah prosesi penganugerahan Adat Ingatan Budi kepada Tuan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, secara resmi dilaksanakan,” ungkap Datuk Jonnaidi menegaskan rangkaian agenda utama helat adat tersebut.

Usai prosesi pemberian anugerah, acara akan dilanjutkan dengan pembacaan warkah kehormatan adat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, yang kemudian ditutup dengan ritual tepuk tepung tawar, sebagai bentuk simbolik pembersihan lahir batin dan peneguhan niat baik menurut adat Melayu.

Panitia mencatat bahwa helat adat ini akan dihadiri oleh 1.173 orang undangan, dengan perincian: sebanyak 312 tamu kehormatan akan ditempatkan di Balairung Tenas Effendi, sedangkan sisanya akan mengikuti jalannya prosesi dari dua tenda besar di sisi kiri dan kanan Balai Adat. Untuk memastikan seluruh tamu mendapatkan akses visual yang optimal, panitia juga telah memasang dua unit televisi besar yang menayangkan siaran langsung prosesi adat secara real-time.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan acara, pengamanan internal akan ditangani oleh Taman Adat Riau, serta didukung penuh oleh personel dari Polda Riau. Kesiapan teknis juga ditunjang dengan total 76 orang pengisi acara, yang akan tampil secara bergantian dalam rangkaian lengkap ritual adat Melayu yang telah disusun secara cermat.

“Semua elemen sudah kami siapkan secara matang. Insya Allah helat ini akan berlangsung khidmat, bermartabat, dan menggambarkan keluhuran adat budaya Melayu,” pungkas Datuk Jonnaidi.