Babinsa Ngrampal Sragen Humanis, Kunci Kedekatan dengan Warga
Babinsa Koramil Ngrampal Sragen, Serma Sugiyono, membangun kedekatan dengan warga melalui sikap ramah dan komunikasi sosial, efektif untuk deteksi dini dan menjaga kondusivitas wilayah.
SRAGEN, JAGOK.CO – Pendekatan humanis melalui sikap ramah dan akrab terbukti menjadi strategi efektif bagi Babinsa Koramil 07/Ngrampal Kodim 0725/Sragen, Serma Sugiyono, dalam membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya. Dengan komunikasi sosial (komsos) yang intens dan berkesinambungan, Babinsa tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial warga, Senin (20/04/2026).
Dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial, Serma Sugiyono—yang akrab disapa Giyono—menunjukkan bahwa kunci keberhasilan Babinsa bukan semata pada kewenangan, melainkan pada kemampuan menjalin hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat. Melalui interaksi sehari-hari, ia aktif menyapa warga di warung kopi, turut serta dalam kegiatan kerja bakti, hingga melakukan sambang ke rumah-rumah warga tanpa sekat formalitas.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dengan pendekatan yang bersahaja dan penuh kehangatan menciptakan suasana komunikasi yang terbuka. Warga tidak lagi merasa canggung atau berjarak, melainkan melihat Babinsa sebagai mitra sekaligus keluarga yang siap mendengar dan membantu.
“Ramah dan akrab itu kunci kami di wilayah. Kalau sudah dekat dengan warga, informasi apapun bisa cepat kami dapatkan. Warga juga tidak sungkan melapor kalau ada permasalahan di lingkungan mereka,” ungkap Giyono saat berbincang santai dengan warga.
Pendekatan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sistem deteksi dini dan cegah dini di wilayah. Informasi yang diperoleh secara langsung dari masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban lingkungan. Dengan demikian, peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat desa semakin optimal dalam mendukung terciptanya wilayah yang aman dan kondusif.
Selain itu, komunikasi sosial yang dibangun secara konsisten juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Warga merasa dihargai, didengar, dan dilibatkan dalam setiap kegiatan yang bersifat sosial maupun kemasyarakatan. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat mengungkapkan apresiasinya terhadap sikap Babinsa yang dinilai sederhana dan mudah bergaul. “Pak Babinsa di sini ramah, suka bercanda, tidak menjaga jarak. Itu yang membuat warga nyaman untuk bercerita dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang beliau ajak,” tuturnya.
Lebih jauh, keberhasilan pendekatan ini menjadi contoh nyata bahwa strategi komunikasi yang tepat mampu memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat. Dalam konteks pembinaan teritorial, kedekatan emosional menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
Ke depan, Serma Sugiyono berharap pendekatan ramah dan akrab ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia meyakini bahwa dengan hubungan yang harmonis antara Babinsa dan warga, setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Dengan demikian, peran Babinsa tidak hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga sebagai penggerak sosial yang mampu menghadirkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong di tengah masyarakat. Pendekatan humanis inilah yang menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembinaan teritorial yang efektif, berkelanjutan, dan bermakna.























