Hoaks Politik Riau: Foto Lawas Gubri–Wagubri Disulap Seolah Kompak

Foto lama Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur SF Hariyanto kembali beredar di Facebook dengan narasi harmonis. Faktanya, keduanya kini berseberangan tajam, memicu kekhawatiran publik akan dampak pada pembangunan Riau.

Hoaks Politik Riau: Foto Lawas Gubri–Wagubri Disulap Seolah Kompak
Hoaks Politik Riau: Foto Lawas Gubernur–Wakil Gubernur Riau Dikemas Seolah Kompak, Faktanya Berseberangan Tajam

JAGOK.CO – PEKANBARU — Jumat, 8 Agustus 2025 — Sebuah unggahan di akun Facebook bernama Heri Susanto Abbas tengah menuai sorotan dan dianggap sebagai manuver politik yang menyesatkan publik. Dalam postingan yang dibuat sekitar 19 jam lalu, Heri membagikan foto dirinya bersama Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto, dan Aswin AS, Bupati Siak dua periode di masanya.

Foto tersebut disertai slogan “Menuju RIAU BEDELAU” dan “Merawat Tuah, Menjaga Marwah”, seakan ingin menampilkan keharmonisan hubungan pucuk pimpinan Riau. Keempat tokoh tampak duduk di meja bertanda “RESERVED” dengan senyum lebar dan pose kompak, memberi kesan soliditas politik yang utuh.

Fakta di Balik Foto

Hasil penelusuran Jagok.co menemukan bahwa foto tersebut bukanlah dokumentasi terbaru. Potret itu diambil pada momen debat calon Gubernur–Wakil Gubernur Riau tahun 2024, jauh sebelum Abdul Wahid dan SF Hariyanto resmi menjabat. Fakta ini mematahkan kesan kebersamaan yang dibangun oleh unggahan Heri.

Seorang sumber dekat SF Hariyanto menegaskan kepada media,

“Itu 1000 persen hoaks. Sampai hari ini, Gubri dan Wagubri jalan masing-masing tanpa ada koordinasi,” ujarnya.

Pernyataan ini memperjelas bahwa relasi politik di pucuk pimpinan Riau saat ini justru berada pada titik berseberangan, bukan harmonis seperti yang ditampilkan.

Dampak dan Kekhawatiran Publik

Bagi masyarakat, unggahan semacam ini berpotensi menjadi hoaks politik Riau yang menyesatkan persepsi publik, apalagi di tengah fakta bahwa hubungan Abdul Wahid dan SF Hariyanto memang retak.

Seorang warga Riau yang enggan disebut namanya menuturkan,

“Ini merugikan masyarakat Riau. Seharusnya Gubri bisa merangkul wakilnya untuk membangun Riau empat–lima tahun ke depan. SF Hariyanto itu sudah lama di birokrasi, dia tahu medan. Tapi karena ego politik, rakyat yang jadi korban,” ujarnya.

Masyarakat mengingatkan, agenda besar seperti pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan fasilitas sekolah, hingga penyelesaian proyek strategis yang dijanjikan saat kampanye harus tetap berjalan.

PR Besar: Defisit dan Tunda Bayar

Saat ini, Pemerintah Provinsi Riau menghadapi masalah serius: tunda bayar kepada kontraktor yang belum terbayarkan hingga kini. Situasi diperparah dengan defisit anggaran yang membuat Gubernur Abdul Wahid kewalahan — bahkan sempat viral sebagai “Gubernur paling pusing se-Indonesia”.

Pengamat menilai, pembenahan keuangan tidak mungkin efektif tanpa koordinasi erat antara Gubernur dan Wakil Gubernur. “Kalau terus jalan sendiri-sendiri, Riau yang rugi,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Upaya Konfirmasi

Redaksi Jagok.co telah menghubungi Heri Susanto Abbas melalui nomor WhatsApp yang tercantum (+62 811-7691-XXX) pada Jumat, 8 Agustus 2025, pukul 15.15 WIB. Pesan terkirim (centang dua), namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada balasan terkait konfirmasi unggahan yang ia buat.

Jurnalisme untuk Publik

Sesuai semboyannya Tajam, Berimbang, Berani, Jagok.co menegaskan bahwa kejujuran informasi publik adalah harga mati. Masyarakat berhak mendapatkan berita yang faktual dan bebas dari manipulasi opini politik, demi menjaga kejernihan demokrasi di Bumi Lancang Kuning.