Islah Bahrawi Ingatkan Prabowo: Polisi Mandul, Mitigasi atau Kekuasaan Runtuh
Pengamat politik Islah Bahrawi melontarkan kritik tajam kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai aparat kepolisian semakin mandul menghadapi ancaman keamanan nasional. Islah memperingatkan, tanpa langkah mitigasi nyata, kekuasaan Prabowo bisa runtuh dan legitimasi pemerintah semakin rapuh.
JAGOK.CO – Pengamat politik sekaligus aktivis kebangsaan, Islah Bahrawi, kembali melontarkan kritik tajam yang menyita perhatian publik. Melalui akun Twitter/X pribadinya, @islah_bahrawi, ia menyoroti kian melemahnya peran aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurut Islah, kondisi ini sudah masuk fase mengkhawatirkan karena polisi semakin tampak “mandul” menghadapi ancaman kejahatan maupun eskalasi sosial politik.
Islah menyinggung peristiwa penjarahan di rumah politisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menurutnya menjadi bukti konkret bahwa aparat tidak lagi dipandang sebagai penghalang tindak kriminal. Lebih ironis lagi, ujar Islah, polisi bahkan gagal melindungi markas mereka sendiri dari pembakaran, apalagi menjaga rumah warga.
“Penjarahan secara leluasa di rumah Ahmad Sahroni adalah bukti nyata polisi tidak lagi dianggap sebagai penghalang aksi kejahatan. Polisi bahkan tidak bisa menjaga pembakaran terhadap kantornya sendiri, apalagi mengamankan rumah masyarakat. Situasi ini sangat berbahaya,” tulis Islah dalam unggahannya.
Pesan Langsung untuk Presiden Prabowo
Dalam kritiknya, Islah menyampaikan pesan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, jika Prabowo tidak segera mengambil langkah mitigasi yang nyata dan strategis, maka bukan hanya rakyat yang kehilangan perlindungan, tetapi juga presiden sendiri berpotensi ditinggalkan tanpa proteksi politik maupun fisik.
“Pak @prabowo, jika Anda tidak melakukan mitigasi apapun dalam situasi seperti ini, percayalah, tidak akan ada lagi yang bisa memproteksi Anda, baik secara fisik maupun politik,” tegasnya.
Menurut Islah, eskalasi pergerakan massa memiliki pola yang jelas dan berbahaya. Seorang presiden, kata dia, tidak cukup hanya memberikan pidato, hadir dalam takziyah, atau menyampaikan arahan normatif. Bangsa ini membutuhkan keputusan tegas, kebijakan nyata, dan langkah progresif untuk mencegah krisis sosial-politik berkembang lebih parah.
Ancaman Runtuhnya Kekuasaan
Islah memperingatkan bahwa jika pola pasif ini terus berlanjut, kekuasaan Presiden Prabowo pun bisa “dijarah” oleh pihak-pihak yang selama ini berada di sekitarnya namun menyimpan potensi pengkhianatan.
“Jika Anda tetap tidak bersikap progresif, lama-lama kekuasaan Anda pun akan ‘dijarah’ oleh para pengkhianat di sekitar Anda,” pungkasnya.
Kritik Terhadap Lemahnya Aparat Penegak Hukum
Pernyataan Islah Bahrawi ini menambah panjang daftar kritik keras terhadap lemahnya peran aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas nasional. Kondisi ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera merumuskan strategi mitigasi yang konkret, bukan hanya retorika. Stabilitas negara, ketertiban umum, hingga keberlangsungan kekuasaan presiden akan bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu merespons situasi ini dengan langkah nyata.
Dengan narasi ini, Islah ingin menegaskan bahwa krisis kepercayaan publik terhadap kepolisian bukan sekadar isu biasa, melainkan ancaman langsung terhadap legitimasi pemerintahan dan masa depan demokrasi Indonesia.
























