BMKG Pekanbaru Prediksi Hujan Lokal di Riau

BMKG Pekanbaru memprakirakan hujan lokal di sejumlah wilayah Riau pada malam hingga dini hari, disertai 29 hotspot yang terpantau di provinsi tersebut.

BMKG Pekanbaru Prediksi Hujan Lokal di Riau
Ilustrasi Cuaca (Jagok.co)

JAGOK.CO – PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memperkirakan cuaca hujan ringan bersifat lokal masih akan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Jumat, 13 Juni 2025. Intensitas hujan diprediksi meningkat khususnya pada malam hingga dini hari, menyusul dinamika atmosfer yang terus menunjukkan potensi kelembapan tinggi di beberapa kabupaten.

Sejak pagi hingga siang hari, cuaca secara umum akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara diprediksi berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan relatif cukup tinggi, yakni mencapai 55 hingga 99 persen. Kondisi ini menjadi penanda bahwa udara terasa hangat dan lembap, situasi yang cukup umum pada musim transisi di wilayah Sumatera.

“Pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan bersifat lokal diperkirakan turun di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, serta Pelalawan. Sementara pada malam hingga dini hari, intensitas hujan diperkirakan meluas dan mencakup wilayah yang lebih luas,” ungkap Bella R. Adelia, prakirawan cuaca dari BMKG Pekanbaru, Jumat pagi.

BMKG menjelaskan bahwa pada malam hari, potensi hujan ringan meluas ke wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Siak, hingga Kepulauan Meranti. Sedangkan pada dini hari, hujan lokal juga berpeluang terjadi di wilayah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi. Meski intensitas hujan tergolong ringan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi terganggunya aktivitas malam hari, terutama di daerah rawan genangan air atau sistem drainase yang kurang optimal.

Walaupun belum terdapat peringatan dini terkait cuaca ekstrem, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dini bagi masyarakat. Aktivitas warga di malam hari, termasuk lalu lintas dan mobilitas harian, dapat terdampak apabila hujan turun terus menerus di sejumlah titik yang memiliki kontur tanah dataran rendah atau padat permukiman.

Di sisi lain, kondisi angin di wilayah Riau terpantau bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara untuk kondisi maritim, tinggi gelombang laut di perairan Riau terpantau masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang menunjukkan kondisi laut relatif aman bagi aktivitas pelayaran rakyat maupun nelayan lokal.

Namun demikian, di tengah hujan lokal yang masih terjadi, BMKG mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan citra satelit pada pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 119 hotspot tersebar di beberapa provinsi di Sumatera. Rinciannya adalah: Bengkulu 9 titik, Jambi 11 titik, Lampung 1 titik, Sumatera Barat 7 titik, Sumatera Selatan 17 titik, Sumatera Utara 35 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Bangka Belitung 9 titik, dan Provinsi Riau 29 titik.

Khusus di Provinsi Riau, sebaran titik panas mencakup Kota Dumai sebanyak 8 titik, Kabupaten Kampar 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Rokan Hilir 11 titik, dan Rokan Hulu 6 titik. Jumlah ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih cukup nyata, meskipun sebagian wilayah masih mengalami hujan.

BMKG kembali mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk tidak lengah terhadap risiko karhutla, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan lahan gambut. Pengawasan dan pengendalian dini mutlak diperlukan guna mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam kesehatan, ekosistem, serta aktivitas ekonomi masyarakat.