TPPO Mengintai! Da’i Melayu Sumut Bongkar Perdagangan Manusia di Pantai Timur

Jangan Tertipu! Modus Kirim TKI Ilegal dari Sumut Kian Ganas

TPPO Mengintai! Da’i Melayu Sumut Bongkar Perdagangan Manusia di Pantai Timur
Modus Kejam! Mafia TPPO Jebak Warga Sumut Lewat Pelabuhan Tikus

JAGOK.CO - SUMATERA UTARA - Maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui jalur laut di wilayah Sumatera Utara kian mengkhawatirkan. Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke negara tetangga seperti Malaysia melalui pelabuhan-pelabuhan tidak resmi (pelabuhan tikus) di sepanjang pesisir timur Sumatera Utara telah memakan banyak korban, khususnya dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Komunitas Da’i Melayu Sumut (KOMDAM SU) menyampaikan keprihatinannya terhadap tren ini. Ketua Umum KOMDAM SU, Ustaz Bukhori Al Hafidz bin Rusli—putra daerah Tanjungbalai-Asahan—mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik-praktik penipuan yang dilakukan oleh sindikat TPPO.

> “Jangan sampai tergiur iming-iming gaji besar lalu melegalkan segala cara. Awalnya enak, ujungnya sengsara. Kami berdoa agar Allah senantiasa melimpahkan rezeki yang halal, baik, dan berkah untuk seluruh keluarga dan saudara-saudara kami di mana pun berada,” ungkapnya.

Menurut data lapangan, banyak korban merupakan warga dengan tingkat pendidikan rendah (SD hingga SMA) yang minim pemahaman terkait prosedur kerja ke luar negeri secara legal. Faktor ekonomi dimanfaatkan oleh pelaku TPPO dengan menjanjikan gaji besar dan pekerjaan mudah di Malaysia.

Komunitas Da’i Melayu Sumut yang selama ini aktif berdakwah dan melestarikan budaya Melayu di Sumatera Utara, secara khusus mengimbau masyarakat di kawasan pantai timur—seperti Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Labuhanbatu, Labura, Langkat, dan Deli Serdang—untuk lebih waspada terhadap modus-modus TPPO.

“Kami akan terus menyuarakan bahaya TPPO ini melalui kegiatan dakwah, majelis pengajian, dan pendekatan komunitas agar masyarakat memahami risiko fisik maupun psikologis menjadi korban perdagangan orang,” ujar perwakilan KOMDAM SU.

KOMDAM SU juga mendorong masyarakat untuk proaktif melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui aktivitas mencurigakan terkait pengiriman PMI ilegal, khususnya yang memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus di wilayah Sumut.

Dengan gerakan dakwah pencegahan dan keterlibatan masyarakat, KOMDAM SU berharap Sumatera Utara dapat terbebas dari praktik perdagangan orang dan menjadi provinsi yang aman, religius, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.