LDII Inhu Gelar Nikah Massal 11 Pasang Mubaligh, Perkuat Dakwah dan Ketahanan Keluarga
Sebanyak 11 pasang mubaligh dan mubalighot LDII Kabupaten Indragiri Hulu mengikuti nikah massal di Pesantren Nurul Haq. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat dakwah Islam, membangun keluarga sakinah, dan meningkatkan ketahanan keluarga berbasis nilai keislaman.
INDRAGIRI HULU, JAGOK.CO – Komitmen membangun generasi umat yang berakhlak mulia, sekaligus memperkuat syiar Islam melalui institusi keluarga kembali ditunjukkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Sebanyak 11 pasang mubaligh dan mubalighot resmi melangsungkan akad nikah dalam kegiatan nikah massal yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Haq, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat dakwah Islam melalui pembentukan keluarga-keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Tidak hanya menjadi ajang penyatuan dua insan dalam ikatan suci pernikahan, acara ini juga mencerminkan upaya nyata menciptakan generasi penerus dakwah yang siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, daerah, dan bangsa.
Suasana haru dan kebahagiaan tampak menyelimuti prosesi akad nikah hingga tasyakuran yang dihadiri keluarga besar para pengantin, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan menunjukkan dukungan terhadap program pembinaan keluarga yang dijalankan organisasi kemasyarakatan keagamaan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Adam, mengatakan bahwa seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal merupakan mubaligh dan mubalighot LDII yang selama ini aktif dalam kegiatan pembinaan umat dan pengembangan dakwah Islam di berbagai wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.
Menurutnya, pernikahan yang dilangsungkan secara bersama-sama tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar seremoni pernikahan biasa. Para pasangan pengantin diharapkan mampu menjadikan rumah tangga sebagai pusat pembinaan karakter, pendidikan agama, serta sarana memperluas dakwah Islam secara santun dan berkelanjutan.
“Sebanyak 11 pasangan pengantin ini bersatu dalam ikatan pernikahan untuk bersama-sama menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu atas perhatian, dukungan, dan kehadirannya,” ujar Adam.
Ia menambahkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Karena itu, pembentukan keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai agama menjadi salah satu investasi sosial yang sangat penting bagi masa depan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Riau, Firdaus, menegaskan bahwa program nikah massal yang dilaksanakan LDII bukan hanya bertujuan membantu dan memfasilitasi proses pernikahan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan institusi keluarga.
Menurut Firdaus, pasangan mubaligh dan mubalighot yang menikah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing.
“Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga memperkuat komitmen dalam berdakwah dan mengembangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Indragiri Hulu yang memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan ini,” katanya.
Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan bahwa keluarga yang dibangun atas dasar iman, ilmu, dan akhlak yang baik akan menjadi benteng penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern. Oleh sebab itu, pembinaan keluarga menjadi salah satu fokus utama LDII dalam menciptakan generasi yang religius, produktif, dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan pengantin yang telah resmi memasuki jenjang kehidupan rumah tangga. Ia berharap para pasangan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta menjadi teladan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan manusia yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, dan komitmen yang kuat.
“Pernikahan ini merupakan awal perjalanan rumah tangga yang penuh berkah. Kunci utama dalam membangun rumah tangga adalah kesabaran. Semoga pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir serta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas keimanan dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, keluarga yang dibangun di atas pondasi spiritual yang kuat akan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan lebih bijaksana dan harmonis.
Ia berpesan agar seluruh pasangan senantiasa menjaga ibadah wajib, khususnya salat lima waktu, serta memperbanyak amalan-amalan sunnah sebagai bekal membangun rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dengan iman yang kuat, insyaallah rumah tangga akan kokoh dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, daerah, dan bangsa,” tambahnya.
Menurut Bupati, keluarga yang harmonis tidak hanya melahirkan kebahagiaan bagi anggota keluarga itu sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan tasyakuran nikah massal tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hulu Suci Rahmiani, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhu, Camat Pasir Penyu, Kapolsek Pasir Penyu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui pelaksanaan nikah massal ini, LDII Kabupaten Indragiri Hulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan karakter bangsa melalui pembentukan keluarga-keluarga yang religius, harmonis, dan berdaya guna. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, keluarga tetap menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan moral, memperkuat nilai keagamaan, serta melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk masa depan Indonesia.


Veter Marlius Munandar 





















