Karhutla Nihil di Bangko, Camat Aspri Mulya Minta Lurah-Penghulu Tetap Siaga

Camat Bangko Aspri Mulya menegaskan wilayah masih nihil karhutla, namun lurah dan penghulu diminta tetap siaga di tengah cuaca panas serta meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan.

Karhutla Nihil di Bangko, Camat Aspri Mulya Minta Lurah-Penghulu Tetap Siaga
Karhutla di Kecamatan Bangko Nihil, Camat Aspri Mulya Ingatkan Lurah dan Penghulu Tetap Siaga di Tengah Cuaca Panas

BAGANSIAPIAPI, JAGOK.CO – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Bangko terus diperkuat meski kondisi terkini menunjukkan nihil titik api. Camat Bangko, Aspri Mulya, S.STP, M.Si, menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan tingkat kelurahan dan kepenghuluan dalam mengantisipasi potensi karhutla, khususnya di tengah cuaca panas yang masih melanda wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Aspri menekankan bahwa kondisi nihil karhutla saat ini bukan alasan untuk lengah. Ia meminta seluruh lurah dan datuk penghulu agar tetap siaga dan proaktif melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan.

“Beberapa hari lalu sempat terjadi kebakaran lahan di wilayah Labuhan Tangga Besar, namun api berhasil dipadamkan. Saat ini kondisi Bangko nihil karhutla. Meski begitu, kami tetap mengingatkan seluruh lurah dan penghulu agar tidak menurunkan kewaspadaan, karena potensi kebakaran bisa terjadi kapan saja, terutama dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang ini,” ujar Aspri Mulya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori rawan karhutla dan menjadi prioritas pengawasan pemerintah kecamatan. Di antaranya adalah Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Labuhan Tangga Besar, Kelurahan Bagan Punak, serta Kelurahan Bagan Punak Meranti. Keempat wilayah ini dinilai memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap potensi kebakaran, terutama akibat faktor cuaca dan kondisi lahan.

“Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian khusus kami untuk terus dipantau secara intensif. Namun demikian, seluruh wilayah di Kecamatan Bangko tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi prioritas bersama agar tidak terjadi karhutla yang dapat merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga mendorong sinergi antara aparat desa, masyarakat, serta pihak terkait lainnya dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. Edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar terus digalakkan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan langkah antisipatif yang konsisten dan kolaboratif, diharapkan wilayah Kecamatan Bangko dapat tetap terbebas dari ancaman karhutla, sekaligus menjadi contoh dalam pengelolaan pencegahan bencana berbasis kewaspadaan dini dan partisipasi masyarakat.

Wartawan: Panca Sitepu