Bupati Suhardiman Hadiri Pelantikan IKLB Kuansing, Dorong Kolaborasi Bangun Daerah
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menghadiri pelantikan IKLB Kuansing 2026–2031 di Teluk Kuantan. Momentum Halal Bihalal ini jadi ajang memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan peran organisasi dalam pembangunan daerah.
TELUK KUANTAN – JAGOK.CO – Komitmen memperkuat sinergi antar elemen masyarakat kembali ditegaskan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Lintau Buo IX Koto (IKLB) Kabupaten Kuantan Singingi periode 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan ini digelar di Gedung Abdoer Rauf, Minggu (12/4/2026).
Kehadiran para tokoh penting dari lintas daerah turut memperkuat makna strategis kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Tanah Datar, Eka Putra, serta Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, yang juga menjabat sebagai Ketua IKLB Provinsi Riau. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi sosial yang mempertemukan nilai tradisi, identitas kedaerahan, dan semangat pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Suhardiman Amby menekankan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan pelantikan pengurus IKLB harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia menilai, keberadaan organisasi kekerabatan seperti IKLB memiliki peran strategis dalam menjaga kohesi sosial sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Momentum ini hendaknya tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai adat, serta menjaga warisan budaya luhur yang telah ditanamkan oleh para leluhur kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada jajaran pengurus IKLB Kuantan Singingi yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Yandrival. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa energi positif, memperluas jejaring kolaborasi, serta berkontribusi nyata dalam mendukung visi pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan berbasis kekerabatan seperti IKLB merupakan kekuatan sosial yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan ikatan emosional yang kuat, solidaritas tinggi, serta semangat gotong royong yang masih terjaga, IKLB dinilai mampu menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari sosial, budaya, hingga ekonomi.
“Kami optimistis IKLB dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Nilai kebersamaan dan persaudaraan yang dimiliki merupakan modal sosial yang sangat besar dalam mendorong percepatan pembangunan Kuantan Singingi,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dalam arahannya turut mengajak seluruh anggota IKLB untuk aktif berkontribusi dalam mendukung program-program pembangunan di daerah perantauan. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Lintau Buo harus menjadi energi kolektif dalam menciptakan kemajuan bersama.
“Saya yakin dunsanak Lintau Buo memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kuantan Singingi. Jaga nama baik daerah asal dan terus perkuat solidaritas di rantau,” ujarnya.
Pesan senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. Ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai kearifan lokal serta menjaga etika sosial di lingkungan tempat tinggal, sejalan dengan filosofi adat Minangkabau.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah daerah dan bersinergi membangun Kuantan Singingi yang lebih maju,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kuantan Singingi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Ketua TP PKK Kuantan Singingi, serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin mempertegas bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi masyarakat dan komunitas perantau.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan IKLB Kuantan Singingi mampu menjadi jembatan penghubung antara nilai tradisi dan dinamika pembangunan modern. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat, guna mewujudkan Kuantan Singingi yang maju, harmonis, dan berdaya saing di masa depan.























