Babinsa Bantu Petani Sragen Bersihkan Gulma di Lahan Pertanian

Babinsa Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen turun langsung bantu petani Desa Guworejo lakukan penyiangan gulma untuk tingkatkan hasil panen dan wujudkan ketahanan pangan.

Babinsa Bantu Petani Sragen Bersihkan Gulma di Lahan Pertanian
Babinsa Aktif Dukung Ketahanan Pangan, Terjun Langsung Bantu Petani Lakukan Penyiangan Gulma di Sragen

JAGOK.CO – SRAGEN, Senin (04/08/2025) – Upaya nyata mendukung ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh TNI AD melalui peran aktif para Babinsa di berbagai wilayah. Salah satunya ditunjukkan oleh Serma Sumartana, Babinsa Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, yang bersama dua anggota Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, kembali turun ke lapangan membantu petani dalam kegiatan penyiangan gulma di lahan pertanian milik warga di Dukuh Pohireng, Desa Guworejo.

Kegiatan pendampingan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen kuat TNI Manunggal dengan Rakyat, terutama dalam sektor pertanian. Keterlibatan Babinsa dalam membantu petani menunjukkan kontribusi konkret TNI dalam mendorong produktivitas pertanian serta mendukung tercapainya kedaulatan pangan nasional.

Menurut Serma Sumartana, penyiangan gulma merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses budidaya tanaman pangan. Gulma—yang kerap tumbuh liar—memiliki potensi besar mengganggu pertumbuhan tanaman utama karena bersaing dalam menyerap unsur hara, air, serta sinar matahari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan hasil panen secara drastis.

“Dengan turut serta dalam kegiatan penyiangan, kami berharap dapat membantu petani menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi warga,” ujar Serma Sumartana.

Lebih dari sekadar tenaga bantuan, para Babinsa juga memberikan pendampingan teknis dan edukasi pertanian kepada para petani. Mereka berbagi wawasan tentang jenis-jenis gulma yang umum muncul di lahan sawah, cara mengidentifikasinya, hingga teknik pengendalian yang ramah lingkungan. Edukasi ini bertujuan agar petani memiliki pengetahuan praktis untuk melakukan penyiangan gulma secara mandiri dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan misi TNI dalam membina masyarakat pedesaan agar lebih mandiri dan produktif dalam mengelola potensi lokal, khususnya di bidang pertanian. Program pendampingan pertanian oleh Babinsa juga turut mengedepankan prinsip pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal.

Respons positif pun datang dari para petani. Mereka mengaku sangat terbantu, baik secara fisik maupun mental, oleh kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian mereka. Kegiatan seperti ini memperkuat semangat gotong royong dan menunjukkan sinergi nyata antara aparat kewilayahan dengan masyarakat desa.

“Kami merasa sangat terbantu, bukan hanya dalam pekerjaan, tapi juga dalam hal pengetahuan. Babinsa bukan sekadar hadir, tapi benar-benar menjadi bagian dari perjuangan kami di sawah,” ujar salah satu petani di Dukuh Pohireng.

Kerja sama erat antara Babinsa dan petani menjadi contoh konkret bagaimana sinergitas antara TNI dan rakyat mampu menciptakan dampak positif terhadap pembangunan sektor pertanian daerah. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa lainnya di wilayah Kodim 0725/Sragen dan sekitarnya.

Dengan keterlibatan aktif aparat teritorial seperti Babinsa dalam pemberdayaan petani dan peningkatan hasil pertanian, Sragen menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan pertanian sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah.