443 Jamaah Haji Riau Kloter 4 Tiba di Tanah Air
Sebanyak 443 jamaah haji asal Riau dari Kloter 4 tiba di Debarkasi Batam. Satu wafat digantikan tanazul, seluruh jamaah kembali dalam kondisi sehat.
JAGOK.CO – PEKANBARU – Sebanyak 443 jamaah haji asal Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Embarkasi Batam, atau dikenal juga sebagai Kloter 2 Provinsi Riau, resmi tiba kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Batam, Ahad malam (15/6/2025).
Kepulangan para dhuyufurrahman (tamu Allah) tersebut disambut penuh rasa haru dan syukur oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Riau. Dalam keterangan resmi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau, Rahmat Suhadi, menjelaskan bahwa rombongan jamaah akan diberangkatkan ke kampung halaman menggunakan tiga penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, pada Senin (16/6/2025).
“Alhamdulillah, hari ini kita menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 4 BTH atau Kloter 2 Provinsi Riau. Total ada 443 jamaah yang kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Rahmat penuh syukur.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga mengungkapkan bahwa salah satu jamaah dari kloter tersebut wafat di Tanah Suci Makkah. Namun, jumlah jamaah yang kembali tetap sama karena telah digantikan oleh jamaah tanazul dari Kloter 8.
“Satu jamaah kita qadarullah wafat di Makkah. Namun telah digantikan oleh jamaah tanazul dari Kloter 8, sehingga total jamaah tetap 443 orang, sebagaimana saat pemberangkatan,” jelasnya.
Rahmat turut memastikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat wal afiat, dan perjalanan kepulangan berjalan lancar sesuai prosedur. Ia juga mengajak para jamaah untuk membawa pulang semangat kemabruran dan menjadikannya sebagai kompas moral dan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap para jamaah menjadi haji yang mabrur. Indikatornya bukan hanya ibadah yang meningkat, tapi juga penguatan peran sosialnya di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Selain itu, Rahmat menyinggung adanya perubahan sistem pelayanan haji 2025 di Tanah Suci, seperti penerapan sistem multi syarikah oleh Pemerintah Arab Saudi. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak mengganggu kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah asal Riau.
“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan petugas kloter. Meski ada sistem baru, Alhamdulillah jamaah mampu beradaptasi dengan baik tanpa kendala yang berarti. Ini menunjukkan kesiapan dan bimbingan yang matang sejak awal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kloter 4, Asynul, menyampaikan rasa syukur dan bangganya bisa mengantarkan seluruh jamaah kembali dengan selamat. Ia menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan mendarat di Batam pukul 23.36 WIB.
“Kami bersyukur seluruh proses berjalan lancar. Jamaah tetap berjumlah 443 orang dan semuanya dalam kondisi sehat. Ini semua atas izin Allah SWT,” ujar Asynul.
Ia menambahkan bahwa pelayanan selama di Tanah Suci sudah sangat baik, dan berharap ke depan sistem penyelenggaraan haji Indonesia makin berkualitas.
“Perjalanan kami penuh kemudahan. Semoga sistem dan kebijakan ke depan makin berpihak kepada jamaah, serta makin mengutamakan kualitas spiritual dan kenyamanan,” tambahnya.
Salah seorang jamaah, Hamid, juga memberikan kesaksian positif terkait pelayanan haji tahun ini. Menurutnya, dari aspek konsumsi, kesehatan, hingga bimbingan ibadah, seluruhnya berjalan dengan baik dan profesional.
“Alhamdulillah pelayanan selama di Makkah dan Madinah sangat memuaskan. Konsumsi terjaga, tim kesehatan responsif, dan para petugas haji menjalankan tugasnya dengan maksimal,” tutur Hamid.
Dalam momen penyambutan di Batam tersebut, hadir pula sejumlah pejabat penting, antara lain: Plh Kakanwil Kemenag Riau Rahmat Suhadi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Riau Defizon, serta Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru Abdul Wahid.
Kepulangan Kloter 4 ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Debarkasi Haji Provinsi Riau Tahun 2025, yang menandai keberhasilan pemerintah dalam menyiapkan, mengawal, dan memastikan pelayanan jamaah haji berjalan sesuai harapan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukanlah akhir, melainkan awal baru dalam membumikan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial masyarakat.
























