PSPS Pekanbaru Ditahan PSMS, Desakan Mundur Ilham Romadhona Menguat
PSPS Pekanbaru gagal menang atas PSMS Medan. Suporter desak Ilham Romadhona mundur, Gede Widiade pastikan evaluasi sebelum laga Garudayaksa FC.
PEKANBARU – JAGOK.CO – Masa depan Pelatih PSPS Pekanbaru, Ilham Romadhona, kini berada di ujung tanduk setelah tim berjuluk Askar Bertuah gagal meraih kemenangan dalam dua laga awal kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Isu mundurnya Ilham semakin kencang berembus usai PSPS ditahan imbang PSMS Medan dengan skor dramatis 3-3 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Sabtu (20/9/2025).
Kabar mengenai desakan mundur Ilham ramai diperbincangkan di media sosial, seiring kekecewaan suporter terhadap performa PSPS. Pada laga perdana, PSPS Pekanbaru harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (12/9/2025). Kekalahan tersebut memperburuk catatan tim, sehingga hasil imbang kontra PSMS dianggap belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Dalam duel kontra PSMS Medan, PSPS sempat menunjukkan asa kemenangan. Cristian Alex da Silva membuka keunggulan lewat sontekan pada menit ke-43, disusul gol tendangan bebas indah Rafly Selang di menit ke-48, dan sepakan jarak jauh Muhammad Andy Harjito di menit ke-84. Namun, keunggulan itu sirna di penghujung laga.
PSMS Medan bangkit melalui gol cepat Vitor Hugo pada menit ke-9, lalu dua gol dramatis di injury time masing-masing dicetak Rifal Lastori (90’) dan Rudi Yana (90+7’). Skor akhir 3-3 membuat ribuan suporter PSPS di tribun Stadion Kaharuddin Nasution diliputi kekecewaan mendalam.
Kekecewaan tersebut memunculkan tuntutan agar Ilham Romadhona segera mundur dari kursi pelatih kepala. Suporter menilai, strategi yang diterapkan Ilham belum mampu mendongkrak performa tim di awal musim. Tagar #IlhamOut bahkan mulai bergema di beberapa kanal media sosial.
Menanggapi situasi ini, pemilik PSPS Pekanbaru, Gede Widiade, memilih bersikap hati-hati. Ia menegaskan, keputusan terkait masa depan Ilham tidak akan diambil secara terburu-buru. Menurutnya, evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum tim menghadapi laga ketiga melawan Garudayaksa FC pada 29 September 2025 mendatang.
“Kita evaluasi dulu. Keputusan akan diambil di Jakarta sebelum pertandingan ketiga,” ujar Gede Widiade saat dikonfirmasi.
Dengan hasil imbang ini, PSPS baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Tekanan besar kini menghinggapi manajemen, pelatih, dan pemain untuk segera bangkit jika ingin bersaing di papan atas Liga 2 2025/2026. Laga kontra Garudayaksa FC bakal menjadi penentu arah langkah PSPS, sekaligus masa depan Ilham Romadhona sebagai pelatih kepala.























