TNI Gerak Cepat! Siap Evakuasi WNI dari Zona Konflik Iran-Israel

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan penuh mendukung evakuasi WNI dari Iran dan Israel. Misi kemanusiaan ini digerakkan langsung oleh Panglima TNI sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi rakyat di tengah konflik global yang kian memanas.

TNI Gerak Cepat! Siap Evakuasi WNI dari Zona Konflik Iran-Israel
TNI Siap Dukung Penuh Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik Iran dan Israel, Tegaskan Komitmen Kemanusiaan dan Perlindungan Negara

JAGOK.CO – (Puspen TNI). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah cepat Pemerintah Republik Indonesia dalam evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik yang saat ini memanas di Iran dan Israel. Tindakan ini bukan sekadar respons terhadap krisis internasional, tetapi merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam menjalankan tugas negara, khususnya di bidang misi kemanusiaan, perlindungan WNI, dan diplomasi pertahanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri, guna memastikan setiap tahapan proses evakuasi WNI dari kawasan konflik Iran-Israel berjalan aman, terukur, dan sesuai standar operasi militer selain perang (OMSP). Seluruh unsur pendukung mulai dari transportasi udara hingga pengamanan medis disiagakan sesuai perkembangan situasi geopolitik dan kebutuhan lapangan.

Dalam keterangan pers di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 19 Juni 2025, Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa melindungi WNI di luar negeri adalah mandat konstitusional sekaligus panggilan kemanusiaan. TNI tidak hanya hadir untuk menjaga kedaulatan di dalam negeri, tetapi juga untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap warga negara Indonesia di belahan dunia mana pun, terutama di zona konflik.

"Melindungi WNI di luar negeri adalah bentuk kehadiran negara yang nyata di tengah situasi krisis. Hal ini sejalan dengan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU TNI Nomor 34 Tahun 2004, yang menyebutkan tugas TNI dalam melindungi dan menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri. Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi, demi rakyat Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri," tegas Mayjen Kristomei.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, tercatat terdapat 578 WNI yang masih berada di Iran dan Israel. Rinciannya, 386 orang berada di Iran dan 192 orang di Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 WNI di Iran dan 11 WNI di Israel telah menyatakan kesediaannya untuk dievakuasi. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar, mahasiswa, dan pekerja migran yang tinggal di kawasan rawan terdampak konflik militer.

Untuk menjalankan misi evakuasi WNI dari Iran dan Israel, TNI akan mengerahkan Tim Crisis Response Team (CRT) yang terdiri dari 34 personel gabungan TNI yang terlatih dalam operasi kemanusiaan internasional. Tim ini dijadwalkan berangkat pada Jumat, 20 Juni 2025, menuju Baku (Azerbaijan), dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 jam. Setelah transit dua malam di Baku untuk konsolidasi dan verifikasi identitas, WNI akan dipulangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat komersial pada Minggu, 22 Juni 2025.

Sementara itu, proses evakuasi WNI dari Israel dirancang melalui jalur diplomatik dan operasional melalui Amman, Yordania, sebelum diberangkatkan ke Indonesia menggunakan jalur udara. Protokol keselamatan dan keamanan akan diberlakukan secara ketat sesuai dengan standar internasional dalam misi kemanusiaan.

Sebagai bagian dari sistem pertahanan negara yang modern, adaptif, dan tangguh, TNI terus mengedepankan prinsip sinergi antarlembaga, interoperabilitas lintas sektor, serta kerjasama internasional untuk menjaga marwah negara dalam melindungi warganya. Evakuasi ini menjadi bukti bahwa TNI senantiasa berada di garis depan dalam membela kepentingan nasional, tidak hanya dalam perang bersenjata, tetapi juga dalam menjaga martabat kemanusiaan di tengah konflik global.

TNI menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga negara Indonesia di wilayah konflik adalah tugas konstitusional yang akan terus diemban dengan sepenuh hati, sebagai bentuk nyata dari doktrin "TNI Kuat, Rakyat Bermartabat", serta implementasi dari politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kemanusiaan.