Suhardiman Dorong Penguatan Kinerja BRK Syariah Lewat RUPS 2025

Bupati Kuansing Suhardiman Amby menghadiri RUPS dan RUPSLB BRK Syariah 2025 di Pekanbaru. Ia mendorong kebijakan strategis untuk memperkuat kinerja bank daerah, meningkatkan layanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Suhardiman Dorong Penguatan Kinerja BRK Syariah Lewat RUPS 2025
Hadiri RUPS BRK Syariah, Bupati Suhardiman Amby Dorong Transformasi Strategis Perkuat Kinerja Bank Daerah dan Ekonomi Regional

PEKANBARU, JAGOK.CO – Komitmen memperkuat sektor keuangan daerah sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) yang berlangsung di Pekanbaru, Senin (8/6/2026).

Kegiatan strategis tersebut dihadiri para kepala daerah se-Provinsi Riau dan Kepulauan Riau selaku pemegang saham BRK Syariah, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Gubernur Kepulauan Riau, para bupati dan wali kota, serta jajaran manajemen BRK Syariah.

Di antara para pemegang saham yang hadir, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya langkah-langkah strategis yang harus ditempuh BRK Syariah dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif dan dinamis.

RUPS Tahunan dan RUPSLB tersebut menjadi forum tertinggi perusahaan yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi kinerja bank, menetapkan arah kebijakan korporasi, menyusun strategi pengembangan usaha, serta memperkuat tata kelola perusahaan guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan BRK Syariah di masa mendatang.

Sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia yang telah menjalankan sistem perbankan syariah secara penuh, BRK Syariah memegang peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses layanan keuangan masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam mendorong berbagai program pembangunan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suhardiman Amby berharap seluruh agenda yang dibahas dalam RUPS maupun RUPSLB dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang visioner, progresif, dan berorientasi pada penguatan daya saing perusahaan.

Menurutnya, BRK Syariah tidak hanya dituntut untuk menjaga stabilitas dan profitabilitas perusahaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

"Sebagai bank daerah, BRK Syariah harus terus berkembang, bertransformasi, dan berinovasi. Kita berharap RUPS dan RUPSLB ini menghasilkan berbagai kebijakan strategis yang mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan manfaat yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah daerah sebagai pemegang saham," ujar Suhardiman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan BRK Syariah selama ini telah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), perdagangan, pertanian, hingga berbagai sektor produktif lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, akses pembiayaan yang semakin luas dan layanan perbankan yang semakin modern menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.

Selain berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, BRK Syariah juga memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui pembagian dividen kepada pemerintah daerah selaku pemegang saham. Kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Karena itu, Suhardiman mendorong agar BRK Syariah terus memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pembiayaan produktif, serta mempercepat transformasi digital guna meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat regional maupun nasional.

"Kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar bagi sebuah lembaga keuangan. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas layanan, profesionalisme, transparansi, dan inovasi harus terus menjadi prioritas utama BRK Syariah ke depan," tegasnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Bupati Natuna, Chen Sui Lan. Ia menilai BRK Syariah memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terutama di tengah kondisi fiskal yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dan tekanan akibat dinamika ekonomi global maupun nasional.

Menurutnya, keberadaan BRK Syariah harus mampu menjadi solusi keuangan yang tidak hanya memberikan keuntungan secara bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui dukungan pembiayaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

"Di tengah kondisi keuangan daerah yang cukup menantang, BRK Syariah diharapkan mampu hadir sebagai lembaga keuangan yang kuat, sehat, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat maupun pemerintah daerah," ujarnya.

Pelaksanaan RUPS dan RUPSLB tahun ini juga menjadi momentum penting bagi para pemegang saham untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pertumbuhan BRK Syariah sebagai bank daerah yang modern, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Dengan berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam forum tersebut, para pemegang saham berharap BRK Syariah semakin kokoh sebagai institusi keuangan syariah yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, meningkatkan nilai perusahaan, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Harapan itu sejalan dengan upaya bersama seluruh pemegang saham untuk menjadikan BRK Syariah tidak hanya sebagai kebanggaan daerah, tetapi juga sebagai lembaga keuangan syariah yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, peningkatan inklusi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.