Sayembara Logo HUT ke-26 Siak Angkat Kearifan Lokal

Diskominfo Siak gelar sayembara desain logo HUT ke-26 Kabupaten Siak. Mengangkat kearifan lokal, budaya Melayu, dan identitas daerah, ajang ini jadi wadah kreativitas generasi muda sekaligus promosi wisata Negeri Istana.

Sayembara Logo HUT ke-26 Siak Angkat Kearifan Lokal
Diskominfo Siak Gelar Sayembara Logo HUT ke-26 Kabupaten Siak, Angkat Kearifan Lokal dan Identitas Budaya

SIAK – JAGOK.CO – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Siak tahun 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak menggelar sayembara desain logo HUT Siak. Kompetisi kreatif ini berlangsung sejak 25–31 Agustus 2025 dan berhasil menarik perhatian 11 peserta dari kalangan umum, khususnya putra-putri terbaik asal Kabupaten Siak.

Langkah ini tidak hanya sekadar lomba desain, tetapi juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk menggali potensi generasi muda sekaligus mengangkat kearifan lokal, budaya Melayu, dan ikon sejarah Siak ke panggung nasional.

Penilaian Ketat, Dewan Juri Libatkan Budayawan dan Tokoh Adat

Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Siak menggelar rapat penilaian karya yang dipimpin oleh Sekretaris Diskominfo Siak, Rahmat Hidayat, mewakili Kepala Diskominfo. Proses penjurian dilakukan dengan melibatkan dewan juri independen yang terdiri dari unsur budayawan, tokoh adat, dan pelaku seni.

Rahmat Hidayat menegaskan bahwa logo resmi HUT Kabupaten Siak ke-26 akan diumumkan pada akhir September 2025 dengan mengusung tema “Menuju Siak Hebat dan Bermartabat.” Menurutnya, logo yang dipilih harus memuat pesan kuat yang mencerminkan identitas daerah, sejarah kejayaan Siak, serta semangat pembangunan masa kini.

“Sayembara ini hanya diikuti putra-putri Kabupaten Siak. Dari setiap logo yang dibuat, kami ingin ada makna mendalam yang menggambarkan jati diri Siak sebagai kota budaya dan destinasi wisata sejarah, serta memiliki nilai artistik tinggi,” ujar Rahmat saat memimpin rapat di Kantor Diskominfo Siak, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, logo yang akan dipilih bukan sekadar simbol, tetapi juga akan menjadi daya tarik wisata. “Dengan logo yang penuh makna, orang akan semakin mengenal Siak, sehingga ke depan mampu mendorong pariwisata dan citra positif daerah,” jelasnya.

Juri Apresiasi Kreativitas Peserta, Unsur Budaya Siak Jadi Sorotan

Salah satu dewan juri, Budi Rahmat Ramadhan dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak, menyampaikan bahwa proses penilaian mengacu pada empat kriteria utama: kesesuaian tema, estetika, kreativitas, dan nilai keindahan karya. Dari 11 karya yang masuk, para juri akhirnya menyepakati empat pemenang terbaik.

“Alhamdulillah, karya yang masuk tahun ini luar biasa. Kreativitas peserta tampak dari cara mereka menampilkan unsur budaya lokal, mulai dari ukiran Melayu, simbol khas Istana Siak, hingga aksara hijaiyah. Ini membuktikan bahwa anak-anak Siak memiliki potensi besar dalam bidang seni dan desain grafis,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Tengku Zulkarnain, Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak sekaligus anggota Dewan Kesenian Siak, menilai sayembara ini menjadi ajang penting bagi anak muda untuk menunjukkan bakat.

“Sayembara ini bukan hanya kompetisi, tapi juga bentuk apresiasi bagi karya anak-anak Siak. Logo yang terpilih akan menjadi simbol resmi HUT ke-26 Kabupaten Siak. Harapan kami, semakin banyak generasi muda yang ikut serta pada tahun-tahun berikutnya dengan karya yang semakin berkualitas. Dengan begitu, budaya Melayu dan identitas Siak semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Hadiah dan Harapan Besar untuk Generasi Muda Siak

Dalam sayembara ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang tunai: juara I Rp2.500.000, juara II Rp2.000.000, juara III Rp1.500.000, dan juara Harapan I Rp1.000.000. Hadiah tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta sekaligus bentuk penghargaan dari pemerintah daerah terhadap karya kreatif anak bangsa.

Pemerintah Kabupaten Siak berharap melalui kegiatan ini, lahir lebih banyak karya kreatif yang mengangkat kearifan lokal, sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerahnya. Lebih dari itu, logo resmi HUT ke-26 nantinya akan menjadi representasi semangat pembangunan, pelestarian budaya, serta promosi wisata Kabupaten Siak yang dikenal dengan julukan “Negeri Istana”.

Dengan adanya sayembara ini, Siak sekali lagi menunjukkan komitmennya dalam memadukan pembangunan daerah dengan pelestarian budaya dan promosi pariwisata, sehingga mampu menarik minat wisatawan serta memperkuat citra positif daerah di kancah nasional.