Riau Kering, 10 Hari Tanpa Hujan Suhu Sentuh 36,4°C

BMKG Pekanbaru mencatat Provinsi Riau tak diguyur hujan selama 10 hari terakhir. Suhu mencapai 36,4°C dan 16 titik panas terpantau. Warga diminta waspada cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran lahan.

Riau Kering, 10 Hari Tanpa Hujan Suhu Sentuh 36,4°C
Riau Kering Kerontang: BMKG Catat Tak Ada Hujan Selama 10 Hari, Suhu Capai 36,4°C

PEKANBARU – JAGOK.CO — Cuaca panas ekstrem masih melanda wilayah Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat, tidak ada hujan yang mengguyur Riau selama sepuluh hari terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah daerah terasa kering kerontang dan suhu udara meningkat signifikan.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto, menjelaskan, cuaca panas tanpa hujan ini disebabkan oleh adanya gangguan pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan. Fenomena tersebut menarik massa udara lembab dari wilayah Riau menuju ke arah Laut Cina Selatan, sehingga potensi terbentuknya awan hujan menjadi sangat kecil.

“Gangguan tekanan rendah itu menarik massa udara yang semestinya membentuk awan hujan di Riau. Akibatnya, pembentukan awan sangat minim, sehingga hujan tidak terjadi,” jelas Bibin, Kamis (30/10/2025).

Minimnya pembentukan awan menyebabkan sinar matahari menembus langsung ke permukaan bumi tanpa banyak hambatan. Hal ini membuat suhu udara meningkat tajam di siang hari.

“Posisi matahari yang hampir tegak lurus di atas kepala juga memperparah kondisi panas. Suhu maksimum di Kota Pekanbaru tercatat mencapai 36,4 derajat Celsius pada 28 Oktober 2025,” tambahnya.

Kondisi udara yang kering ini juga berpengaruh pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan hasil pantauan citra satelit BMKG, terdeteksi 16 titik panas (hotspot) di wilayah Riau pada Kamis (30/10/2025). Titik-titik tersebut tersebar di beberapa kabupaten yang rawan terbakar, seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Siak.

“Fenomena udara kering ini bukan hanya membuat udara terasa panas dan gerah, tetapi juga menyebabkan lahan cepat kering dan sangat mudah terbakar,” ujarnya mengingatkan.

Bibin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta menjaga kondisi lahan dan lingkungan agar tetap lembab.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka lahan maupun membuang sampah. Selain itu, lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung dengan memakai topi, payung, atau tabir surya. Jangan lupa juga perbanyak minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi,” pesannya.

BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat memperbarui informasi cuaca harian Riau melalui sumber resmi. Kondisi atmosfer di wilayah Sumatera saat ini sangat dinamis dan bisa berubah dengan cepat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi melalui website dan media sosial resmi BMKG Pekanbaru. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem,” tutupnya.

Fenomena kering tanpa hujan di Riau ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk tetap waspada terhadap dampak perubahan iklim yang kian terasa di wilayah Sumatera bagian tengah.