Bupati Herman Ajak Santri Jaga Semangat Juang dan Akhlak di Hari Santri Nasional 2025
Bupati Indragiri Hilir, Herman, memimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 di Tembilahan. Ia mengajak santri menjaga semangat perjuangan ulama, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat peran pesantren sebagai benteng moral dan pendidikan berkarakter di era digital.
JAGOK.CO – INHIL – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi momen penuh makna bagi Bupati Herman. Baginya, Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi ajang untuk meneguhkan kembali semangat juang para santri dan ulama yang telah menorehkan peran penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Sebagai inspektur upacara Apel Hari Santri Nasional yang digelar di Lapangan Gajah Mada, Tembilahan, Selasa (5/11) pagi, Bupati Herman mengajak seluruh santriwan dan santriwati untuk meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan cinta tanah air yang diwariskan para ulama terdahulu.
“Kita diingatkan kembali betapa besar peran santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, bahkan hingga mengorbankan jiwa dan raga. Semangat jihad, pengabdian, dan kecintaan kepada tanah air inilah yang harus terus kita pelihara agar dapat berkontribusi nyata bagi agama dan negara,” ujar Bupati Herman dalam amanatnya.
Menurut Herman, perjuangan para santri masa kini tentu berbeda dengan masa lalu. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut santri untuk tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam pengetahuan dan teknologi.
“Di tengah derasnya arus digital dan kemajuan teknologi, para santri harus mampu beradaptasi. Teruslah belajar, berinovasi, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah. Namun, jangan pernah lepaskan jati diri sebagai insan berakhlak, beradab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama serta budaya bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Herman menilai pendidikan pesantren memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia yang berakhlak mulia, tangguh, serta berjiwa nasionalis. Ia menegaskan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng moral dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Pesantren membimbing anak-anak kita agar memiliki akhlak mulia, pedoman hidup, serta semangat cinta tanah air. Lulusan pesantren memiliki daya tahan moral yang kuat, mampu membentengi diri dari ajaran atau paham yang menyesatkan. Insya Allah, dengan menyekolahkan anak di pesantren, orang tua akan menuai keberkahan dunia dan akhirat,” tutur Herman penuh keyakinan.
Melihat besarnya peran pesantren dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter, Bupati Herman mengajak seluruh elemen — mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga dunia pendidikan — untuk terus mendukung pembangunan dan kemajuan pesantren di Kabupaten Indragiri Hilir.
Ia menegaskan, dukungan terhadap pesantren bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan, tetapi juga investasi moral dan sosial demi masa depan bangsa yang beradab dan berdaya saing.
“Mari kita bersama memperhatikan pembangunan dan kemajuan pesantren di Inhil. Karena di tangan santri, masa depan bangsa yang berakhlak dan berilmu akan terus terjaga,” pungkas Bupati Herman menutup amanat Apel Hari Santri Nasional 2025.
























