HIPKA dan KAHMI Dumai Tebar 150 Kantong Daging Kurban untuk Masyarakat
HIPKA dan KAHMI Dumai melaksanakan pemotongan hewan kurban dan menyalurkan 150 kantong daging kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah di Kota Dumai.
DUMAI, JAGOK.CO – Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Dumai bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dumai melalui pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan kurban yang berlangsung khidmat dan penuh makna, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan sosial-keagamaan tersebut dipusatkan di Kandang Sedulur, Jalan Janur Kuning, Kelurahan Kaya Mukti, Kota Dumai. Sejak pagi hari, suasana penuh kekeluargaan tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Para pengurus HIPKA dan KAHMI, anggota organisasi, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian proses penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Iduladha tahun ini tidak sekadar dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi simbol penguatan solidaritas sosial, kebersamaan, dan komitmen organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya bangsa Indonesia terlihat begitu kuat selama kegiatan berlangsung.
Ketua DPD HIPKA Dumai, Khairul Fadila, ST, menegaskan bahwa kegiatan kurban bersama tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat sinergi antara HIPKA dan KAHMI Dumai dalam membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
“Dengan semangat berkurban, mari kita bersama-sama bersinergi membangun HIPKA dan KAHMI agar semakin solid, semakin maju, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat luas. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama,” ujar Khairul Fadila di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kurban tahun ini panitia berhasil menghimpun dan menyalurkan sekitar 150 kantong daging kurban yang kemudian dibagikan kepada anggota organisasi, masyarakat sekitar, kaum dhuafa, serta warga yang membutuhkan di lingkungan sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata kehadiran HIPKA dan KAHMI Dumai di tengah masyarakat. Tidak hanya bergerak dalam penguatan jaringan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin keberadaan HIPKA dan KAHMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena organisasi yang besar bukan hanya dilihat dari struktur dan jumlah anggotanya, tetapi sejauh mana ia mampu memberi kontribusi nyata bagi lingkungan sosial,” tambahnya.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sejak awal proses penyembelihan hewan kurban. Para peserta bahu-membahu menjalankan tugas masing-masing dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, pengemasan, hingga distribusi kepada masyarakat dilakukan secara tertib, rapi, dan penuh kekompakan.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan emosional antaranggota organisasi serta masyarakat sekitar. Tawa, canda, dan kerja sama yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran kuatnya nilai persaudaraan yang terus dijaga oleh HIPKA dan KAHMI Dumai.
Dalam momentum Iduladha yang sarat nilai pengorbanan dan kemanusiaan ini, HIPKA dan KAHMI Dumai kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi tersebut berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan kurban bersama ini, HIPKA dan KAHMI Dumai tidak hanya memperlihatkan kekompakan organisasi, tetapi juga menanamkan pesan penting bahwa solidaritas, empati, dan gotong royong merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan berkeadaban.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang, nilai-nilai kebersamaan seperti inilah yang dinilai mampu memperkuat ikatan sosial masyarakat sekaligus menjaga semangat persatuan dan kepedulian antar sesama.
























