Polres Meranti dan Warga Bangun Dua Jembatan Merah Putih

Polres Kepulauan Meranti bersama warga bergotong royong membangun dua titik Jembatan Merah Putih Presisi di Tebing Tinggi Barat dan Rangsang Barat. Progres pembangunan mencapai 20 hingga 50 persen sebagai bentuk sinergi aparat dan masyarakat dalam memperkuat akses infrastruktur desa.

Polres Meranti dan Warga Bangun Dua Jembatan Merah Putih
Polres Kepulauan Meranti dan Warga Gotong Royong Bangun Dua Titik Jembatan Merah Putih Presisi di Meranti, Progres Capai 50 Persen

MERANTI – JAGOK.CO – Program pembangunan infrastruktur berbasis kebersamaan bertajuk Jembatan Merah Putih Presisi tahap II di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari keempat pelaksanaan, Kamis (10/4/2026), jajaran Polres Kepulauan Meranti bersama masyarakat setempat kembali melaksanakan kegiatan gotong royong di dua lokasi berbeda secara bersamaan.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat kepolisian dan warga dalam mempercepat pembangunan akses infrastruktur desa yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di wilayah kepulauan.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menjelaskan bahwa fokus utama pekerjaan pada tahap ini berada di pembangunan jembatan penghubung antar desa yang berlokasi di Jalan Peleper, Dusun I, Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Menurutnya, progres pengecoran lantai jembatan di titik tersebut telah mencapai sekitar 20 persen dan terus dikebut dengan melibatkan personel kepolisian serta warga sekitar.

“Pengecoran lantai jembatan saat ini sudah mencapai sekitar 20 persen. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja,” ujar Kapolres.

Di lokasi ini, tercatat tiga personel dari Polsek Tebing Tinggi Barat turut terlibat langsung di lapangan, dibantu enam warga setempat yang secara sukarela ikut bergotong royong. Tahapan berikutnya direncanakan akan dilanjutkan dengan pembuatan mal balok sebagai bagian dari struktur utama jembatan.

Sementara itu, kegiatan pembangunan juga berlangsung di titik kedua, yakni akses jalan menuju Mushola Nurul Iman yang berada di Dusun V, Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung akses ibadah dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Di lokasi ini, empat personel Polsek Rangsang Barat bersama enam warga turut ambil bagian dalam proses pembangunan. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen, mencakup pengecoran lantai, pemasangan mal, pengikatan besi tiang, hingga pengecoran tiang pagar jembatan.

“Untuk lokasi di Sialang Pasung progresnya sudah sekitar 50 persen. Beberapa tahapan sudah selesai, seperti pengecoran lantai dan pemasangan struktur awal pagar jembatan,” jelas AKBP Aldi Alfa Faroqi.

Ia menambahkan, tahap lanjutan pembangunan akan difokuskan pada pembongkaran mal tiang pagar serta penyempurnaan konstruksi pagar jembatan agar hasil akhir lebih kuat, aman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Program Jembatan Merah Putih Presisi ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, serta pengabdian aparat kepolisian bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah terpencil di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan akses antar desa semakin terbuka, konektivitas masyarakat meningkat, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata di wilayah pesisir Riau.