Pacu Jalur Pangean 2026 Resmi Dibuka, 47 Jalur Berebut Piala Bergilir Bupati Kuansing

Bupati Kuansing Suhardiman Amby resmi membuka Pacu Jalur Pangean 2026 di Tepian Burondo. Sebanyak 47 jalur berlaga memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kuansing dengan sejumlah aduan sengit yang dinantikan masyarakat.

Pacu Jalur Pangean 2026 Resmi Dibuka, 47 Jalur Berebut Piala Bergilir Bupati Kuansing
Pacu Jalur Pangean 2026 Resmi Dimulai, 47 Jalur Berebut Piala Bergilir Bupati Kuansing di Tepian Burondo

PANGEAN, JAGOK.CO – Semarak budaya tradisional khas Kabupaten Kuantan Singingi kembali menggema. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, secara resmi melepas jalur sebagai tanda dimulainya hari pertama Pacu Jalur Pangean 2026 di Tepian Burondo, Desa Sukaping dan Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, Jumat (19/6/2026) siang.

Momen pembukaan berlangsung meriah dan disaksikan ribuan masyarakat yang memadati tepian arena pacu. Turut mendampingi Bupati Kuansing dalam seremoni pelepasan jalur tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Kuansing, Hj. Yulia Herma Suhardiman, serta Camat Pangean, Aswandi, S.Pd., M.M. Kehadiran para pemimpin daerah tersebut semakin menambah semangat para anak pacu dan masyarakat yang sejak pagi telah memadati lokasi perlombaan.

Meski masih berstatus sebagai ajang uji coba atau pemanasan menjelang rangkaian Pacu Jalur yang lebih besar, antusiasme peserta terbilang sangat tinggi. Sebanyak 47 jalur dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi turut ambil bagian dalam perlombaan yang memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kuansing tersebut.

Tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan telah menjadi identitas budaya sekaligus kebanggaan masyarakat Kuansing yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap jalur yang tampil membawa nama desa, harga diri kampung halaman, serta semangat kolektif masyarakat yang mendukung dari tepian sungai.

Pada laga pembuka, Jalur Jubah Merah dari Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, memperoleh undian bay sehingga berhak melaju otomatis ke putaran berikutnya. Jalur tersebut dilepas secara simbolis oleh Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby bersama Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, S.E., M.Si., serta Anggota DPRD Kuansing Hendra Prima Hidayat.

Usai prosesi pelepasan jalur, Bupati H. Suhardiman Amby menyampaikan harapannya agar seluruh peserta, official, dan masyarakat menjadikan Pacu Jalur sebagai wadah mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Kuantan Singingi.

Menurutnya, Pacu Jalur bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan di gelanggang, tetapi juga menjadi ruang memperkokoh silaturahmi antar desa, antar kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.

“Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat persatuan, meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya daerah, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, suasana kompetisi mulai terasa sejak pengundian hilir diumumkan. Penyiar senior Pacu Jalur Kuansing, Darwis, menyebutkan terdapat sejumlah aduan yang paling dinantikan masyarakat pada hari pertama perlombaan.

Salah satu pertandingan yang diprediksi menjadi magnet penonton terjadi pada Hilir 4, ketika Selendang Putri Danau Seroja dari Desa Tanjung Simandolak berhadapan dengan Cahaya Baru Desa Sukaping Pangean, salah satu jalur unggulan yang membawa harapan besar masyarakat tuan rumah.

Pertemuan kedua jalur tersebut diperkirakan berlangsung sengit mengingat keduanya memiliki rekam jejak dan kekuatan yang cukup diperhitungkan dalam berbagai gelanggang Pacu Jalur. Dukungan penuh masyarakat yang memadati Tepian Burondo diyakini akan menambah atmosfer kompetisi semakin menarik.

Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada aduan antara Atom Baru dari Desa Simandolak, Kecamatan Benai, melawan Laskar Mudo Perisai Nagori dari Desa Pasar Baru, Kecamatan Pangean. Pertandingan ini menjadi salah satu duel sarat gengsi karena mempertemukan dua jalur yang sebelumnya telah saling berhadapan di gelanggang Pacu Jalur Inuman.

Kala itu, Atom Baru berhasil mengungguli Laskar Mudo Perisai Nagori. Karena itu, pertemuan kembali kedua jalur di Tepian Burondo menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan bagi Laskar Mudo untuk membalas kekalahan sebelumnya. Sebaliknya, Atom Baru tentu bertekad mempertahankan dominasinya dan kembali menunjukkan performa terbaik di hadapan ribuan pasang mata yang menyaksikan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ketatnya persaingan antarjalur, serta semangat pelestarian budaya yang terus menggelora, Pacu Jalur Pangean 2026 diprediksi menjadi salah satu gelanggang paling menarik dalam kalender budaya Kabupaten Kuantan Singingi tahun ini. Selain menghadirkan persaingan yang kompetitif, ajang ini juga menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi warisan budaya sungai yang telah mengharumkan nama Kuansing hingga tingkat nasional bahkan internasional.