Warga Rimbo Panjang Gotong Royong Perbaiki Jalan Akasia
Warga empat perumahan di Rimbo Panjang kompak gotong royong memperbaiki Jalan Akasia yang rusak parah. Mereka mendesak pemerintah segera lakukan pengaspalan sebagai akses vital ratusan keluarga.
RIMBO PANJANG — JAGOK.CO — Minggu (28/9), ratusan warga dari empat perumahan di Rimbo Panjang kembali turun ke jalan. Mereka melakukan gotong royong memperbaiki Jalan Akasia yang selama ini menjadi akses vital ribuan orang. Jalan tanah yang menghubungkan Perumahan Azzuhra, Kemuning, Puri Akasia, dan Pesona Sanon itu kerap rusak parah, terutama saat musim penghujan.
Kegiatan gotong royong dipimpin langsung Ketua RT 003 Dusun I Rimbo Panjang, Muri, S.H., CHt., CI, bersama para ketua perumahan: Roni (Azzuhra), Bg Hotma (Kemuning), dan Bg Bulek (Puri Akasia). Perbaikan jalan dengan material seadanya, seperti batu, pasir, hingga sirtu, dilakukan rutin hampir dua bulan sekali. Semua itu demi memastikan mobilitas warga tidak terganggu meski tanpa dukungan nyata dari pemerintah.
“Kami tetap semangat gotong royong karena ini solusi sementara demi keselamatan bersama. Tapi sampai kapan kami harus begini? Kapan jalan ini diaspal?” ujar Muri, penuh nada tanya sekaligus keprihatinan.
Ia menambahkan, aspirasi pengaspalan Jalan Akasia sudah berulang kali disampaikan dalam Musyawarah Desa Rimbo Panjang. Namun jawaban yang diterima, perawatan baru akan masuk rencana tahun 2026. “Jawaban seperti itu jelas mengecewakan. Padahal, warga di sini bukan sedikit, akses jalan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” tegasnya.
Tak berhenti di tingkat desa, permintaan juga pernah diajukan ke anggota DPRD Kabupaten Kampar. Namun, hingga kini hasilnya hanya sebatas janji akan diusahakan. “Bahkan ketika gagasan ini kami dorong ke tingkat provinsi, tidak digubris sama sekali,” keluh Muri.
Meski demikian, warga memilih pantang menyerah. Dengan semangat kebersamaan, mereka terus memperbaiki jalan secara swadaya. “Jika jalan di komplek sebelah bisa diaspal, mengapa jalan kami tidak? Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus bersuara,” tegas Muri.
Warga empat perumahan berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi. Mereka menuntut pengaspalan segera dilakukan, bukan sekadar janji. Jalan Akasia bukan hanya akses lingkungan, melainkan jalur penghubung utama bagi ratusan kepala keluarga, anak sekolah, hingga pekerja yang setiap hari melintasinya.
Gotong royong yang dilakukan hari ini menjadi bukti nyata kepedulian warga terhadap lingkungannya. Namun, mereka menegaskan bahwa perbaikan permanen bukanlah tanggung jawab masyarakat semata, melainkan kewajiban pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur layak.
“Jalan adalah urat nadi pembangunan. Jika dibiarkan rusak terus, sama saja menutup akses ekonomi dan masa depan generasi kami,” tutup Muri.
Dokumentasi lengkap kegiatan, termasuk keluhan warga, dapat diakses melalui RT 003 Dusun I Rimbo Panjang.
Kontak:
Muri, S.H., CHt., CI
Ketua RT 003 Dusun I Rimbo Panjang
























